Sabtu, 13 Januari 2018

Yosafat membuat kapal-kapal Tarsis untuk pergi ke Ofir mengambil emas, tetapi kapal-kapal itu tidak jadi pergi ke sana, sebab kapal-kapal itu pecah di Ezion-Geber. [1 Raja-raja 22:48]


Kapal Salomo telah kembali dengan selamat [1 Raja-raja 9:26], tetapi kapal Yosafat tidak pernah mencapai tanah yang penuh emas. Sang Pemelihara menyejahterakan seorang, dan menggagalkan hasrat seorang yang lain, dalam urusan yang sama di tempat yang sama, namun tetap Sang Penguasa Besar sama baik dan bijaknya baik pada satu masa maupun yang lain. Semoga hari ini kita mendapat anugerah, mengingat ayat ini, untuk memuji Tuhan baik atas kapal yang pecah di Ezion-Geber, maupun atas kapal yang dimuati berkat-berkat yang fana itu; janganlah kita iri terhadap yang lebih sukses, atau mengeluhkan kerugian kita seakan-akan cuma kita yang secara khusus diberikan ujian. Seperti Yosafat, kita dapat menjadi berharga di mata Tuhan, meskipun rencana kita berakhir mengecewakan.

Penyebab yang tersembunyi dari kerugian Yosafat sangat penting untuk dicermati, sebab itulah akar dari kebanyakan penderitaan umat Tuhan; yaitu berserikat dengan sebuah keluarga yang penuh dosa, dan bersekutu dengan para pendosa. Dalam 2 Taw 20:37, kita diberitahu bahwa Tuhan mengirimkan seorang nabi untuk bernubuat, ”Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Ini adalah teguran seorang bapa, yang ternyata menjadi berkat baginya; sebab pada ayat setelah ayat bacaan kita pagi ini, kita melihat Yosafat tidak mau anak buahnya berlayar sekapal dengan anak buah raja yang jahat itu [1 Raja-raja 22:49]. Mohon pada Allah agar pengalaman Yosafat menjadi peringatan bagi umat Tuhan lainnya, agar mereka tidak menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya! [2 Korintus 6:14] Hidup melarat biasanya merupakan nasib orang-orang yang menggabungkan diri, baik dalam perkawinan maupun dalam cara lain menurut pilihan mereka, dengan orang-orang dunia. Mohon agar kita dapat mengasihi Yesus, sehingga kita, seperti Dia, dapat menjadi saleh, tanpa salah, tanpa noda, dan terpisah dari orang-orang berdosa [Ibrani 7:26]; sebab jikalau tidak, dapat dinyana kita akan sering mendengar ucapan, "TUHAN merobohkan pekerjaanmu." [2 Tawarikh 20:37]

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.