Jumat, 21 April 2017

Tetapi aku tahu: Penebusku hidup. [Ayub 19:25]


Hakikat dari penghiburan Ayub terletak pada akhiran yang pendek "-ku" — "Penebusku," dan dalam kenyataan bahwa Penebus itu hidup. Oh! berpegang pada Kristus yang hidup. Kita harus memiliki Dia terlebih dahulu sebelum dapat menikmati Dia. Apalah arti emas di dalam tambang itu bagiku? Orang-orang menjadi pengemis di Peru, dan meminta-minta sepotong roti di California [1]. Adalah emas di dalam kantongku yang akan memuaskan kebutuhanku, dengan membeli roti yang kubutuhkan. Maka dari itu, seorang Penebus yang tidak menebus aku, seorang Pembalas yang tidak akan pernah membela darahku, apalah gunanya? Janganlah berpuas diri hingga melalui iman engkau bisa berkata "Ya, kuserahkan diriku kepada Tuhanku yang hidup; dan Dia milikku." Mungkin engkau memegang Dia dengan tangan yang lemah; engkau setengah berpikir agak berlebih-lebihan untuk berkata bahwa, "Dia hidup sebagai Penebusku," tetapi, ingatlah jika engkau memiliki iman sebesar biji sesawi saja, iman yang kecil itu memberi engkau hak untuk mengatakannya. Namun, di sini juga ada perkataan yang lain, sebagai ungkapan keyakinan Ayub yang kuat, "aku tahu." Mengatakan, "aku harap, aku percaya" memang menghibur; dan ada ribuan pengikut Yesus yang berhenti di sana. Namun, untuk mendapatkan inti penghiburan, engkau harus berkata, "aku tahu." "Kalau," "tapi," dan "mungkin," merupakan kata-kata yang pasti membunuh kedamaian dan kenyamanan. Keraguan adalah hal yang suram dalam masa duka. Seperti tawon, keraguan menyengat jiwa! Apabila aku curiga bahwa Kristus bukan millikku, ada cuka yang bercampur empedu maut; tetapi jika aku tahu bahwa Yesus hidup untukku, maka kegelapan tidaklah gelap: bahkan malam hari adalah terang di sekitarku. Jika Ayub, di dalam zaman sebelum datangnya dan munculnya Kristus saja, bisa berkata, "aku tahu," pastilah kita dapat berbicara dengan lebih yakin. Jangan sampai keyakinan kita sekedar dugaan. Pastikan bahwa bukti-bukti yang kita miliki benar adanya, kalau tidak kita akan membangun di atas sebuah pengharapan yang tidak nyata; dan kemudian janganlah kita puas dengan hanya fondasi, karena dari ruangan di tingkat ataslah kita mendapat pemandangan terluas. Penebus yang hidup, yang sungguh milikku, adalah sukacita yang tak terungkapkan.

____________________
[1] Pada masa Spurgeon hidup, terjadi penemuan emas di California (California Gold Rush 1848–1855) dan Peru merupakan salah satu tempat asal penambang emas yang datang ke California.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.