Rabu, 13 September 2017

Siapa yang melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. [Mazmur 84:6]


Ini mengajarkan kita bahwa kenyamanan yang diperoleh satu orang seringkali ternyata berguna bagi yang lain, seperti halnya sebuah sumur dapat digunakan oleh rombongan yang datang setelahnya. Kita membaca buku-buku yang penuh penghiburan, seperti halnya tongkat Yonatan, yang meneteskan madu. [1 Sam 14:27] Ah! rasanya saudara kita telah berada di sini sebelum kita, dan menggali sumur ini untuk kita, sekalian untuk dirinya. Banyak buku “Malam Tangisan,” “Kedamaian Tengah Malam,” “Hari yang Kekal,” “Kebengkokan dalam Tanah,” “Penghiburan bagi Peratap,” [1] merupakan sumur-sumur yang digali oleh pengelana bagi dirinya, tapi ternyata berguna juga bagi orang lain. Khususnya kita melihat hal ini dalam Mazmur, seperti di bagian awalnya, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?” [Mazmur 42:5] Seperti para pengembara yang bergembira mendapatkan jejak kaki manusia di atas pantai yang tandus, kita pun senang melihat bekas-bekas langkah pengelana lain ketika kita melewati lembah air mata.

Para pengelana menggali sumur, tapi anehnya, sumur itu diisi dari atas, bukannya dari bawah. Kita menggunakan sarana, tapi berkat tidak tercurah dari sarana itu. Kita menggali sumur, tapi langit mengisinya dengan hujan. Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tapi kemenangan ada di tangan TUHAN [Amsal 21:31]. Sarana terhubung dengan tujuan, namun sarana sendiri tidak menghasilkan tujuan. Lihatlah di sini hujan mengisi lubang sumur, sehingga sumur itu tersebut menjadi berguna sebagai wadah penyimpanan air; pekerjaan kita tidak menjadi sia-sia, tapi juga tidak menggantikan pertolongan ilahi.

Anugerah cocok dibandingkan dengan hujan dalam hal kemurniannya, dalam hal pengaruh yang menyegarkan dan menghidupkan, dalam hal bahwa anugerah datang sendiri dari atas, dan dalam hal adanya kedaulatan yang menentukan apakah anugerah itu diberikan atau ditahan. Kiranya para pembaca mendapatkan hujan berkat, dan kiranya sumur-sumur yang telah digali dipenuhi air! Oh, buat apa berbagai sarana dan ritual, tanpa disertai senyuman surga! Semua itu seperti awan tanpa hujan, dan sumur tanpa air. Ya Allah yang kasih, bukalah tingkap-tingkap langit dan curahkanlah berkat kepada kami! [Maleakhi 3:10]

____________________
[1] Buku-buku Kristen klasik: “Night of Weeping,” “Midnight Harmonies,” “Eternal Day,” “A Crook in the Lot,” dan “Comfort for Mourners.”

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.