Selasa, 3 Desember 2019

Tak ada cacat cela padamu. [Kidung Agung 4:7]


Setelah secara positif Tuhan kita menyatakan Gereja-Nya penuh keindahan, Tuhan kita menegaskan pujian-Nya dengan pernyataan negatif yang berharga, "Tak ada cacat cela padamu." Seolah-olah Sang mempelai pria berpikiran bahwa dunia yang sulit puas ini akan menyindir bahwa Dia hanya menyebutkan bagian yang molek saja, dan sengaja tidak menyebutkan bagian-bagian yang cacat atau najis, maka dari itu Dia memberikan kesimpulan dengan pernyataan bahwa mempelai wanita-Nya seluruhnya dan sepenuhnya indah, dan sungguh-sungguh tanpa noda. Noda merupakan hal yang dapat segera dihapus, dan merupakan hal terkecil yang dapat mengganggu kecantikan, namun seorang percaya diselamatkan bahkan dari noda terkecil ini di hadapan Tuhannya. Seandainya Dia berkata tidak ada bekas luka yang menyeramkan, tidak ada kelainan yang mengerikan, tidak ada borok yang mematikan, begitu saja kita mungkin akan merasa kagum; apalagi ketika Dia menyatakan bahwa mempelai-Nya bebas dari noda terkecil sekalipun, berarti semua bentuk kecemaran yang lain pun termasuk, kekaguman kita pun bertambah besar. Seandainya Dia berjanji menghapus semua noda satu persatu, kita sudah memiliki alasan yang kekal untuk bersukacita; tapi ketika Dia menyatakan semua itu sudah terjadi, siapakah yang dapat menahan rasa puas dan senang yang begitu kuat ini? Oh jiwaku, di sini terdapat lemak dan sumsum bagimu, makanlah sampai kenyang, dan berpuaslah dengan lezatnya santapan kerajaan.

Kristus Yesus tidak pernah bertengkar dengan mempelai perempuan-Nya. Sering kali mempelai perempuan-Nya menjauh dari-Nya, dan mendukakan Roh Kudus-Nya, tetapi Ia tidak mengizinkan kesalahan mempelai perempuan-Nya mempengaruhi cinta-Nya. Dia kadang-kadang menyindir, tetapi selalu dengan cara yang paling lembut, dengan niat yang paling baik: itu adalah "cinta-Ku" bahkan pada saat tersebut. Dia tidak mengenang kebodohan kita, dia tidak memikir-mikirkan yang buruk bagi kita, tetapi Dia mengampuni dan mengasihi setelah terjadi pelanggaran sama seperti sebelum terjadi. Hal tersebut demikian baik bagi kita, karena jika Yesus selalu mengingat-ingat luka seperti kita suka mengingat-ingatnya, bagaimana mungkin Dia bersekutu dengan kita? Dalam banyak kesempatan seorang percaya akan menempatkan dirinya keluar dari jalan Tuhan karena beberapa belokan kecil pemeliharaan-Nya, tetapi Suami kita yang berharga mengetahui kekonyolan hati kita dengan sangat baik sehingga tidak tersinggung atas perilaku kita yang salah.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

BAGIKAN MELALUI

Unfortunately, we currently do not have English devotions available.