GBL 252 SURYA KENCANA RIANG DAN RAMAH
Die guldine Sonne voll Feud und Wanne
Paul Gerhardt 1607-1676, terj. H.A. Pandopo 1991
Johann Georg Ebeling 1666
1=F 6/8
Versi Version 1
1
Surya kencana riang dan ramah,
sesudah malam membuat alam
bermandi cahya segar berseri.
Semalam suntuk terbaring tubuhku;
kini ‘ku bangun dengan rasa kagum,
kupandang langit ceria jernih.
2
Indah sempurna ciptaan Tuhan;
‘ku terkesima takjub melihat
karya tangan-Nya yang agung megah.
Bukankah itu perlambang bagiku
yang diwarnai semarak surgawi;
kerajaan-Nya di cah’ya baka.
3
Angkatlah gita bagi Pencipta
dan persembahkan bermurah tangan
yang kepada-Nya kudus berkenan.
Pemb’rian kita yang paling mulia
itulah hati bersyukur sejati;
kurban yang harum bagaikan menyan.
4
Siang dan malam umat-Nya aman,
tangan Ilahi ‘kan memberkahi
yang kepada-Nya terus berserah.
Kita terbaring dan Tuhan pun hadir;
kita terjaga dan Ia siaga;
siang adan malam wajah-Nya cerah.
5
Bapa di surga, pada-Mu jua
‘ku pasrah diri di pagi ini;
bersama Tuhan mulai langkahku.
Tolong kulawan segala godaan;
jauhkan itu, supaya ‘ku hidup
turut ajaran Kerajaan-Mu.
6
Ingin kulihat dengan gembira
bahwa kawanku dapat berkat-Mu
dan kar’na itu kupuji Engkau.
Iri dan loba yang datang menggoda,
bisikan setan penuh kedengkian
dari hatiku buangkanlah jauh.
7
Bila hatiku Kauberi minum
anggur yang pahit derita salib,
biar kut’rima di dalam iman.
Tak ‘kan ‘ku hanyut di dukacitaku.
Tuhan, Engkaulah Bapaku di surga;
Kau besertaku memikul beban
8
Memikul salib akhirnya habis;
sesudah malam, sesuai topan
surya kembali bersinar cerah.
Aku nantikan terang sukacita,
damai abadi di taman surgawi,
memandang Tuhan, Sang Surya baka.

Share

OK